mengenal urban farming

Urban Farming

Kamu yang tinggal di perkotaan tidak mustahil untuk melakukan kegiatan cocok tanam. Biasa juga dikenal sebagai urban farming, kini trend ini tengah naik daun. Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan urban farming?

Istilah urban farming sendiri merujuk pada kegiatan cocok tanam atau beternak yang dilakukan di wilayah perkotaan. Karena dilakukan di perkotaan, tentu saja lahan terbatas menjadi masalah yang paling banyak muncul.

Penasaran? Simak pembahasan berikut ini.

Tanaman untuk Urban Farming

Sebenarnya kamu bisa menanam tanaman apa saja untuk kegiatan urban farming. Namun, tanaman yang bisa dikonsumsi seperti sayuran dan buah-buahan menjadi tanaman favorit.

Tanaman hias juga banyak ditanam dalam urban farming karena bisa mempercantik hunian.

Tidak hanya bercocok tanam, kamu juga bisa beternak meskipun tinggal di perkotaan, lho. Dengan urban farming kamu bisa beternak berbagai jenis hewan seperti unggas, kelinci, ikan, domba, hingga sapi.

Unik, bukan?

Mengapa sebaiknya mencoba urban-farming?

teknik urban farming

Urban farming hadir sebagai solusi untuk masyarakat perkotaan yang ingin mengisi waktu dengan beternak atau bercocok tanam.

Ada beberapa manfaat yang bisa kamu rasakan jika menerapkan urban farming.

1) Kamu bisa memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas.

Dengan menanam sayuran dan buah-buahan sendiri, tentunya kamu bisa mengatur perawatan dan pemupukan yang tepat agar tanaman tetap aman dikonsumsi.

Terlebih lagi, kamu bisa mengkonsumsinya dalam keadaan segar

2) Melakukan urban farming ternyata juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh dan mental kamu.

Bagaimana caranya?

Kegiatan ini melatih fisik kamu agar menjadi lebih kuat dan bugar. Kamu juga bisa berinteraksi langsung dengan alam sehingga menurunkan tingkat stress.

3) Urban farming juga bisa menciptakan lapangan kerja, lho.

Kalau kamu ingin membuka bisnis dalam dunia pertanian, otomatis kamu bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

4) Dapatkan lingkungan yang lebih sehat.

Jika kamu menanam berbagai macam tanaman di sekitar rumah, secara tidak langsung kamu sedang memperbaiki udara. Lahan hijau berfungsi untuk menyerap polusi dan mengurangi panas.

Cara Melakukan Urban Farming

Penasaran tentang cara menerapkan urban farming?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan. Dengan memanfaatkan ruang kecil di halaman rumah, kamu bisa menyalurkan hobi untuk bercocok tanam meskipun tinggal di perkotaan.

1) Wadah tanaman

Cara yang paling banyak dilakukan untuk urban farming adalah penggunaan wadah tanaman. Kamu bisa menanam tanaman di pot, botol bekas, ember bekas, pipa paralon, maupun media penampung lain.

2) Media tanam

Jika memungkinkan untuk mendapatkan tanah, maka kamu bisa menggunakan media yang satu ini. Bagaimana jika kesulitan menemukan tanah? Jangan khawatir, kamu masih bisa menggunakan berbagai media lain seperti sekam padi, sabut kelapa, arang, bahkan air.

3) Pengairan

Kamu bisa memanfaatkan air hujan sebagai sumber pengairan tanaman. Pada musim kemarau, kamu juga bisa menggunakan air PDAM.

Jangan takut biaya air akan membengkak karena tanaman tidak membutuhkan air terlalu banyak apalagi jika sudah rutin disiram setiap hari.

Terkait dengan pengairan, kamu perlu memperhatikan air yang digunakan. Pastikan air tersebut bebas dari kontaminasi berbagai unsur berbahaya. Salah-salah, tanaman justru mati atau tidak tumbuh dengan baik.

4) Pemupukan

Jangan lupa untuk memberikan pupuk secara rutin terhadap tanaman yang kamu miliki. Pemberikan pupuk 1 bulan sekali bisa dibilang cukup. Kamu bisa menggunakan pupuk kimia maupun pupuk organik.

Untuk urban farming dengan system hidroponik biasanya pupuk yang digunakan merupakan pupuk organik.

5) Panen

Seperti proses budidaya biasanya, setelah melewati masa panen, kini Anda bisa menikmati hasilnya. Baik untuk konsumsi pribadi atau dijual.

Jangka waktunya hampir sama dengan pertanian biasanya, untuk buah atau sayuran buah, bisa dipanen dalam jangka waktu sekitar 3 bulan.

Sementara, sayuran yang daun (selada, sawi, dsb) bisa dipanen dalam jangka waktu 40 hari pada umumnya.

Demikianlah beberapa informasi sederhana mengenai urban farming dan cara melakukannya. Semoga bermanfaat dan dapat diterapkan.

Tinggalkan komentar